PRAKTEK BAIK
KEGIATAN PEMANFAATAN DANA DESA
TAHUN 2022 SAMPAI 2024
Disusun Oleh :
TPP Kecamatan Karangjambu
Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan adalah program yang menggunakan dana desa untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan di desa. Program ini bertujuan untuk: Memastikan kecukupan pangan bagi seluruh warga desa, Mencapai kemandirian pangan desa, Mengatasi kerawanan pangan di desa.
Tujuan Ketahanan Pangan di Desa
Meningkatkan ketersediaan pangan baik dari hasil produksi masyarakat Desa maupun dari lumbung pangan Desa;
Meningkatkan keterjangkauan pangan bagi warga masyarakat Desa; dan
Meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis, bermutu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal.
Indikator Ketahanan Pangan di Desa
Indikator keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan di desa sesuai dengan Kepmendesa 82 Tahun 2022 terdiri dari 3 aspek, yaitu:
Ketersediaan pangan di desa:
Ketersediaan pangan dari hasil produksi masyarakat Desa;
Ketersediaan pangan dari lumbung pangan Desa;
Ketersediaan data dan informasi mengenai hasil produksi dan lumbung pangan Desa; dan
Ketersediaan Pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis potensi sumber daya lokal.
Keterjangkauan pangan di desa:
Kelancaran distribusi dan pemasaran pangan di desa; dan
Ketersediaan bantuan pangan bagi masyarakat miskin, rawan pangan dan gizi, maupun dalam keadaan darurat.
Pemanfaatan pangan di desa:
Konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal; dan
Konsumsi pangan yang aman, higienis, bermutu, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya Masyarakat
Praktik baik pemanfaatan Dana Desa di wilayah Kecamatan karangjambu untuk kegiatan ketahanan pangan diimplementasikan melalui :
Pembangunan Jalan Usaha Tani dengan Tujuan:
meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan pertumbuhan ekonomi:
Memudahkan akses dan distribusi hasil pertanian
Memperlancar transportasi alat-alat dan mesin pertanian
Memudahkan petani memenuhi kebutuhan sarana prasarana pertanian, seperti pupuk, obat-obatan, dan alat-alat mesin pertanian
Meningkatkan harga hasil panen
Meningkatkan kualitas hidup petani
Pembangunan Jembatan usaha Tani sebagai akses petani dalam menunjang pengangkutan hasil pertanian.
Pengadaan Peternakan Kambing
Pengadaan Ternak Kambing sebagai salah satu kegiatan untuk menunjang ketahanan pangan Desa. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan secara bergilir melalui pembentukan kelompok ternak, bibit kambing nantinya akan di Kelola oleh kelompok kemudian hasilnya atau anak dari kambing diserahkan kelompok lain untuk di Kelola. Berikut adalah beberapa manfaat program bibit kambing: Meningkatkan pendapatan masyarakat, Memenuhi kebutuhan protein hewani, Melestarikan budaya peternakan, Mendorong semangat gotong royong dan kerjasama antar warga.
Palatihan Pertanian dan Peternakan,
Melalui program ketahanan pangan dari Dana Desa Masyarakat desa perlu adanya peningkatan kapasitas dalam hal pertanian dan peternakan sebagai bekal dalam mengimplementasikan kegiatan ketahanan pangan hewani dan nabati.
Pengadaan Bibit sayuran
Sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sepertihalnya yang dilaksanakan Desa Sanguwatang menyalurkan Bibit Lombok untuk Kelompok Tani dengan luas lahan 1,4 H yang di tanami bibit cabai dengan harapan bisa memenuhi pasokan bahan sayuran di wilayah kecamatan karangjambu.
Pendidikan
Dana desa dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pembangunan pendidikan di desa. Beberapa contohnya adalah pembangunan atau renovasi sekolah, pengadaan fasilitas belajar seperti buku dan alat tulis, serta pelatihan bagi guru. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di desa, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan efektif.
Praktik baik penggunaan Dana Desa dalam bidang Pendidikan di wilayah kecamatan karangjambu diimplementasikan melalui Pemberian Honor Guru PAUD/TK/RA milik Desa dan Bantuan Pendidikan bagi siswa yang berprestasi, Serta Pembangunan ruang kelas baru di salah satu desa.
Pembangunan Ruang Kelas Baru Untuk Paud di Desa Purbasari Tahun Anggaran 2024.
Digitalisasi Desa
Praktik baik penggunaan dana Desa dalam Upaya mempromosikan potensi desa dan budaya desa adalah dengan mengembangan Website Desa, Desa Karangjambu merupakan salah satu desa yang memiliki Website Desa aktif yang dikelola oleh salah satu perangkat Desa dengan tujuan untuk menampilkan kegiatan Desa dan sebagai transparansi penggunaan ABPDES hususnya Dana Desa.
Pemanfaatan Dana Desa untuk Program PMT Stunting di Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
Pendahuluan
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Stunting mengacu pada kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah desa memiliki peran strategis melalui pengelolaan Dana Desa yang dapat digunakan untuk program kesehatan, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Pentingnya PMT dalam Penanganan Stunting
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah intervensi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. PMT mencakup makanan bergizi tinggi yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, terutama mereka yang terindikasi stunting atau berisiko tinggi mengalami stunting. Di Kabupaten Purbalingga, program PMT sangat relevan mengingat angka stunting masih cukup tinggi berdasarkan data dari dinas kesehatan setempat.
Pemanfaatan Dana Desa untuk Program PMT
Dana Desa yang dikelola oleh pemerintah desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program PMT stunting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Penyediaan Bahan Makanan Bergizi
Dana Desa dapat digunakan untuk membeli bahan makanan bergizi seperti telur, ikan, kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan untuk program PMT. Pengadaan ini dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat, seperti PKK atau posyandu.
Pelatihan dan Edukasi Gizi
Selain penyediaan makanan, Dana Desa juga bisa dialokasikan untuk kegiatan pelatihan dan edukasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga tentang pentingnya gizi dalam mencegah stunting. Program ini dapat melibatkan ahli gizi atau tenaga kesehatan dari Puskesmas.
Monitoring dan Evaluasi
Dana Desa digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan dan evaluasi rutin status gizi anak-anak di desa melalui posyandu. Kegiatan ini penting untuk mengetahui perkembangan anak yang telah menerima intervensi PMT.
Penguatan Infrastruktur Kesehatan Desa
Pengelolaan Dana Desa juga dapat mencakup pembangunan atau perbaikan infrastruktur pendukung, seperti posyandu dan fasilitas air bersih, yang berkontribusi pada pencegahan stunting secara jangka panjang.
Implementasi di Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga telah mulai mengintegrasikan program PMT stunting ke dalam prioritas penggunaan Dana Desa. Pemerintah daerah secara aktif memberikan pendampingan kepada pemerintah desa untuk merencanakan dan mengimplementasikan program ini. Contohnya, beberapa desa di Purbalingga telah berhasil menjalankan program PMT dengan melibatkan kader posyandu, kelompok dasawisma, dan organisasi masyarakat lainnya.
Tantangan dan Solusi
Namun, implementasi program PMT tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan pemahaman masyarakat tentang stunting, kurangnya partisipasi warga, dan pengelolaan dana yang kurang optimal. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat. Peningkatan kapasitas aparat desa dan kader posyandu juga menjadi kunci keberhasilan program ini.
Penutup
Pemanfaatan Dana Desa untuk program PMT stunting di Kabupaten Purbalingga adalah langkah strategis yang dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan dana yang transparan, serta partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Purbalingga.
Penting bagi seluruh pihak untuk terus mendukung dan memantau pelaksanaan program ini agar tujuan menciptakan anak-anak yang sehat dan berkualitas dapat tercapai.