-->

Notification

×

Iklan

https://www.fizzo.org/x/Za8xuyed9/

Iklan

https://www.fizzo.org/x/Za8xuhrgN/

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tuesday, 30 December 2025 | December 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-30T04:10:57Z

 PRAKTEK BAIK

KEGIATAN PEMANFAATAN DANA DESA

TAHUN 2022 SAMPAI 2024


















Disusun Oleh :

TPP Kecamatan Karangjambu




Ketahanan Pangan 

Ketahanan pangan adalah program yang menggunakan dana desa untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan di desa. Program ini bertujuan untuk: Memastikan kecukupan pangan bagi seluruh warga desa, Mencapai kemandirian pangan desa, Mengatasi kerawanan pangan di desa.


Tujuan Ketahanan Pangan di Desa

Meningkatkan ketersediaan pangan baik dari hasil produksi masyarakat Desa maupun dari lumbung pangan Desa;

Meningkatkan keterjangkauan pangan bagi warga masyarakat Desa; dan

Meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis, bermutu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal.


Indikator Ketahanan Pangan di Desa

Indikator keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan pangan di desa sesuai dengan Kepmendesa 82 Tahun 2022 terdiri dari 3 aspek, yaitu:

Ketersediaan pangan di desa:

Ketersediaan pangan dari hasil produksi masyarakat Desa;

Ketersediaan pangan dari lumbung pangan Desa;

Ketersediaan data dan informasi mengenai hasil produksi dan lumbung pangan Desa; dan

Ketersediaan Pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis potensi sumber daya lokal.


Keterjangkauan pangan di desa:

Kelancaran distribusi dan pemasaran pangan di desa; dan

Ketersediaan bantuan pangan bagi masyarakat miskin, rawan pangan dan gizi, maupun dalam keadaan darurat.


Pemanfaatan pangan di desa:

Konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis pada potensi sumber daya lokal; dan

Konsumsi pangan yang aman, higienis, bermutu, dan tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya Masyarakat


Praktik baik pemanfaatan Dana Desa di wilayah Kecamatan karangjambu untuk kegiatan ketahanan pangan diimplementasikan melalui : 

Pembangunan Jalan Usaha Tani dengan Tujuan: 

meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan pertumbuhan ekonomi: 

Memudahkan akses dan distribusi hasil pertanian 

Memperlancar transportasi alat-alat dan mesin pertanian 

Memudahkan petani memenuhi kebutuhan sarana prasarana pertanian, seperti pupuk, obat-obatan, dan alat-alat mesin pertanian 

Meningkatkan harga hasil panen 

Meningkatkan kualitas hidup petani

Pembangunan Jembatan usaha Tani sebagai akses petani dalam menunjang pengangkutan hasil pertanian. 


Pengadaan Peternakan Kambing 

Pengadaan Ternak Kambing sebagai salah satu kegiatan untuk menunjang ketahanan pangan Desa. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan secara bergilir melalui pembentukan kelompok ternak, bibit kambing nantinya akan di Kelola oleh kelompok kemudian hasilnya atau anak dari kambing diserahkan kelompok lain untuk di Kelola. Berikut adalah beberapa manfaat program bibit kambing: Meningkatkan pendapatan masyarakat, Memenuhi kebutuhan protein hewani, Melestarikan budaya peternakan, Mendorong semangat gotong royong dan kerjasama antar warga.

Palatihan Pertanian dan Peternakan, 

Melalui program ketahanan pangan dari Dana Desa Masyarakat desa perlu adanya peningkatan kapasitas dalam hal pertanian dan peternakan sebagai bekal dalam mengimplementasikan kegiatan ketahanan pangan hewani dan nabati.

Pengadaan Bibit sayuran 

Sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat sepertihalnya yang dilaksanakan Desa Sanguwatang menyalurkan Bibit Lombok untuk Kelompok Tani dengan luas lahan 1,4 H yang di tanami bibit cabai dengan harapan bisa memenuhi pasokan bahan sayuran di wilayah kecamatan karangjambu. 



Pendidikan 

Dana desa dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pembangunan pendidikan di desa. Beberapa contohnya adalah pembangunan atau renovasi sekolah, pengadaan fasilitas belajar seperti buku dan alat tulis, serta pelatihan bagi guru. Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di desa, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan efektif.

Praktik baik penggunaan Dana Desa dalam bidang Pendidikan di wilayah kecamatan karangjambu diimplementasikan melalui Pemberian Honor Guru PAUD/TK/RA milik Desa dan Bantuan Pendidikan bagi siswa yang berprestasi, Serta Pembangunan ruang kelas baru di salah satu desa. 

Pembangunan Ruang Kelas Baru Untuk Paud di Desa Purbasari Tahun Anggaran 2024. 



Digitalisasi Desa

Praktik baik penggunaan dana Desa dalam Upaya mempromosikan potensi desa dan budaya desa adalah dengan mengembangan Website Desa, Desa Karangjambu merupakan salah satu desa yang memiliki Website Desa aktif yang dikelola oleh salah satu perangkat Desa dengan tujuan untuk menampilkan kegiatan Desa dan sebagai transparansi penggunaan ABPDES hususnya Dana Desa.



Pemanfaatan Dana Desa untuk Program PMT Stunting di Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah


Pendahuluan  

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Stunting mengacu pada kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi yang tidak memadai, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah desa memiliki peran strategis melalui pengelolaan Dana Desa yang dapat digunakan untuk program kesehatan, termasuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.  


Pentingnya PMT dalam Penanganan Stunting

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah intervensi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi. PMT mencakup makanan bergizi tinggi yang diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, terutama mereka yang terindikasi stunting atau berisiko tinggi mengalami stunting. Di Kabupaten Purbalingga, program PMT sangat relevan mengingat angka stunting masih cukup tinggi berdasarkan data dari dinas kesehatan setempat.  


Pemanfaatan Dana Desa untuk Program PMT

Dana Desa yang dikelola oleh pemerintah desa dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program PMT stunting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:  


Penyediaan Bahan Makanan Bergizi 

   Dana Desa dapat digunakan untuk membeli bahan makanan bergizi seperti telur, ikan, kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan untuk program PMT. Pengadaan ini dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat setempat, seperti PKK atau posyandu.  


Pelatihan dan Edukasi Gizi

   Selain penyediaan makanan, Dana Desa juga bisa dialokasikan untuk kegiatan pelatihan dan edukasi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga tentang pentingnya gizi dalam mencegah stunting. Program ini dapat melibatkan ahli gizi atau tenaga kesehatan dari Puskesmas.  


Monitoring dan Evaluasi 

   Dana Desa digunakan untuk mendukung kegiatan pemantauan dan evaluasi rutin status gizi anak-anak di desa melalui posyandu. Kegiatan ini penting untuk mengetahui perkembangan anak yang telah menerima intervensi PMT.  


Penguatan Infrastruktur Kesehatan Desa 

   Pengelolaan Dana Desa juga dapat mencakup pembangunan atau perbaikan infrastruktur pendukung, seperti posyandu dan fasilitas air bersih, yang berkontribusi pada pencegahan stunting secara jangka panjang.  


Implementasi di Kabupaten Purbalingga  

Kabupaten Purbalingga telah mulai mengintegrasikan program PMT stunting ke dalam prioritas penggunaan Dana Desa. Pemerintah daerah secara aktif memberikan pendampingan kepada pemerintah desa untuk merencanakan dan mengimplementasikan program ini. Contohnya, beberapa desa di Purbalingga telah berhasil menjalankan program PMT dengan melibatkan kader posyandu, kelompok dasawisma, dan organisasi masyarakat lainnya.  


Tantangan dan Solusi 

Namun, implementasi program PMT tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan pemahaman masyarakat tentang stunting, kurangnya partisipasi warga, dan pengelolaan dana yang kurang optimal. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat. Peningkatan kapasitas aparat desa dan kader posyandu juga menjadi kunci keberhasilan program ini.  


Penutup 

Pemanfaatan Dana Desa untuk program PMT stunting di Kabupaten Purbalingga adalah langkah strategis yang dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka stunting. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan dana yang transparan, serta partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Purbalingga.  


Penting bagi seluruh pihak untuk terus mendukung dan memantau pelaksanaan program ini agar tujuan menciptakan anak-anak yang sehat dan berkualitas dapat tercapai.

×
Berita Terbaru Update